Salah beli barang di Matahari Dept Store? di tukar aja

Selama dua minggu, gue di kampung.

Setelah menyelesaikan urusan tentang pendaftaran dan pembayaran wisuda, gue bingung mau ngapain di Pekanbaru. Daripada ngabisin uang selama di Pekanbaru, lebih baik gue pulang dan nanti uangnya bisa digunakan untuk beli pakaian yang bisa dipakai untuk wisuda dan kerja.

Sekarang ya masih nganggur.

Kalo ada info tentang kerjaan di Pekanbaru, kabarinlah boleh lah ya.

Selama dua minggu di kampung, itu berarti gue dan Melly juga LDR-an. Yaah, gak lama-lama banget sih, cuma dua minggu, dan jarak cuma 5 jam perjalanan.

Tapi tetap aja kangen.

Melly udah kerja, dan waktu liburnya itu sabtu minggu.

Gue gak tega kalo ngajak dia jalan-jalan waktu Continue reading “Salah beli barang di Matahari Dept Store? di tukar aja”

Indomie Real Meat, Beneran Ayam Asli

Gue sama Melly punya banyak perbedaan, tapi kita juga punya persamaan.

Kita sama-sama suka mie goreng.

Gue selalu marah kalo Melly makan mie. Karena kalo dia udah ketemu sama mie, dia gak cukup makan satu aja. Gue gak mau Melly sakit karena keseringan makan mie instan. Gue membatasi Melly untuk makan mie instan itu seminggu sekali aja, perlahan nanti bakalan gue buat sebulan sekali.

Tapi nyatanya gue sendiri belum Continue reading “Indomie Real Meat, Beneran Ayam Asli”

Kado Terindah Yang Pernah Gue Dapat

Dari jomlo trus punya pacar itu pasti ada yang berubah.

Gue sih banyak.

Semenjak sama Melly banyak banget perubahan dalam hidup gue. Buruk dan baiknya tentu ada, tapi banyak baiknya.

Gue lebih memperhatian penampilan, sebelum sama Melly, gue urakk-urakan. Mirip homeless gitulah.

Uang bulanan pun ga kepake untuk main PS aja. Gue orang yang gak pinter milih, jadi semenjak sama Melly gue selalu minta saran dia dulu untuk beli barang yang mana. Baik itu baju, sepatu maupun celana. Gak setiap saran Melly gue terima, kalo gak nyaman gue bakalan bilang gak nyaman, dan kita milih yang lain.

Yang paling berubah sih soal Continue reading “Kado Terindah Yang Pernah Gue Dapat”

Melihat Pameran Kartun dan International Coffee Day di Pekanbaru

Gue cuma ingat, pertama kali gue nyobain kopi yang gak instan itu di Erber Coffee.

Dari sana gue jadi semakin suka kopi. Keramahan dari ownernya yang buat kita saling kenal sampe sekarang, bahkan gue dan Melly di undang ke acara pernikahan owner Erber Coffee setahun yang lalu. Padahal, kita cuma customer mereka yang banyak tanya (khususnya gue). Erber Coffee masih jadi tempat yang akan gue rekomendasikan untuk orang yang nanya coffee shop, karena kalian akan dianggap teman dekat, bukan customer.

Dua pekan yang lalu gue gak gak mikirkan skripsi yang masih stuck direvisi. Karena Continue reading “Melihat Pameran Kartun dan International Coffee Day di Pekanbaru”

Tempat Makan Dengan 30 Pilihan Sambal Hadir di Pekanbaru

Namanya PONDOK DOBEL (Doyan Nyambel).

Tempat makan yang belum sampe sebulan buka (terhitung sejak tulisan ini di publish), mengklaim bahwa mereka memiliki 30 jenis sambal yang siap untuk membuat penikmat sambal menjadi latah dan mengucapkan salam mereka, yaitu “Huh – Hah”.

Mereka hadir di Panam, gak jauh dari Universitas Riau.

Dari tempat mereka buka aja, gue udah tau kalo mereka menyasar mahasiswa perantau yang males masak. Ya gue contohnya.

Gue berkesempatan juga untuk mencicipi aneka sambal disini sama Melly. Memang benar, dari buku menu terdaftar 30 sambal yang buat gue bingung mau milih sambal yang mana. Waiternya nungguin kita, gue mau pesan sama waiternya begini, “Mbak mending mbak kerjakan skripsi, saya bingung mau pesan apa. Keknya skripsi mbak acc, saya baru pesan.”

“Mbak, ntar aja saya pesan. Masih bingung.”

Waiternya senyum dan beralih ke meja kasir

Dari sisi harga, ownernya Continue reading “Tempat Makan Dengan 30 Pilihan Sambal Hadir di Pekanbaru”